Polda Sultra Didesak Tetapkan Tersangka Eks Sekwan Konawe Utara Siharto Atas Dugaan Korupsi

Sultrapedia.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak tetap tersangka mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Konawe Utara Siharto atas dugaan korupsi.

Desakan tersebut datang dari Map Hukum Sultra saat melakukan aksi di mako Polda Sultra Senin (11/05/2026).

Bahkan mereka juga secara terbuka menantang Polda Sultra untuk tidak bermain aman dan segera menuntaskan perkara yang dinilai mulai kehilangan arah. Bahkan menilai proses hukum terhadap eks Sekwan Konawe Utara terkesan jalan di tempat.

Dalam pernyataan resminya, lembaga ini mencurigai adanya potensi tarik-ulur kepentingan di balik lambannya penanganan kasus yang sudah menjadi perhatian publik tersebut.

BACA JUGA :  Satlantas Polresta Kendari Musnahkan 124 Knalpot Brong Hasil Razia

Ketua MAP Hukum Sultra, Beni, secara blak-blakan meminta Polda Sultra untuk tidak ragu membuka tabir kasus ini hingga ke akar. Ia menegaskan, hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan atau kepentingan tertentu.

“Jika penegakan hukum terus berlarut tanpa kepastian, publik berhak curiga. Ada apa sebenarnya? Siapa yang dilindungi?,” tegas Beni dengan nada keras.

Menurutnya, keterlambatan penanganan bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

Selain itu, mereka mendesak agar Polda tidak sekadar bekerja di balik layar, tetapi berani membuka progres penyidikan secara transparan. Publik, kata dia, berhak tahu sejauh mana kasus ini ditangani dan siapa saja yang telah diperiksa.

BACA JUGA :  Mirkas : Kadis Kominfo Sultra Disarankan Belajar, Sengketa Pers Ranahnya ke Dewan Pers Bukan Ke Polisi

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Ini ujian bagi Polda Sultra, apakah benar-benar berdiri di atas prinsip keadilan atau justru terjebak dalam tekanan kekuasaan,” lanjutnya.

MAP HUKUM Sultra juga memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas, bahkan membuka kemungkinan membawa isu ini ke level yang lebih tinggi jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.

 

Penulis: Erik