HUKUM  

Ucapan Dinilai Tak Etis ke Murid, Wali Kota Kendari Diminta Copot Kepala TK Negeri 6 Kendari

Sultrapedia.com – Sejumlah masyarakat bersama wali murid menggelar aksi protes terhadap Kepala TK Negeri 6 Kendari, Suraini, pada Senin (19/10/2026). Mereka mempersoalkan ucapan kepala sekolah yang dinilai tidak pantas, sekaligus menyoroti sejumlah dugaan persoalan dalam pengelolaan sekolah.

Dalam aksi tersebut, masyarakat mendesak Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, untuk mengevaluasi dan mencopot Suraini dari jabatannya sebagai Kepala TK Negeri 6 Kendari.

Berdasarkan video yang diterima media ini, warga dan wali murid terlihat menyampaikan tuntutan mereka. Mereka juga membentangkan tulisan yang berkaitan dengan desakan pencopotan kepala sekolah dan dugaan pungutan liar (pungli).

Aksi protes tersebut dipicu oleh pernyataan kepala sekolah yang dianggap menyinggung perasaan orang tua murid dan masyarakat Kelurahan Sambuli.

BACA JUGA :  Oknum TNI Dilaporkan ke Denpom Kendari, Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur

Salah satu ucapan yang menjadi sorotan adalah, “Ini bukan sekolah nenek moyang kalian.”

Pernyataan tersebut dinilai telah melukai perasaan wali murid. Mereka menilai penggunaan bahasa dalam lingkungan pendidikan seharusnya tetap mengedepankan etika, terlebih ketika berhadapan dengan orang tua maupun anak-anak yang masih berada pada usia dini.

Selain mempersoalkan ucapan kepala sekolah, masyarakat juga menyoroti pengelolaan iuran bulanan yang disebut telah berlangsung selama enam tahun masa kepemimpinan Suraini.

Iuran tersebut dikabarkan mencapai Rp30 ribu per bulan untuk setiap anak. Warga mempertanyakan dasar dan pengelolaan pungutan tersebut serta meminta adanya penjelasan dari pihak sekolah.

Tak hanya itu, masyarakat turut menyoroti dugaan penggunaan kata-kata yang dianggap tidak mendidik dan dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat belajar murid.

BACA JUGA :  Dugaan Money Politik Cagub ASR-Hugua, BEM Se-Sultra Soroti Kinerja Bawaslu Seakan Tutup Mata

Persoalan lainnya yang disampaikan warga berkaitan dengan dugaan pemotongan bantuan siswa miskin (BSM) terhadap enam siswa. Mereka meminta pihak terkait menelusuri persoalan tersebut dan memberikan penjelasan secara terbuka.

Berbagai keluhan itu mendorong masyarakat Sambuli meminta Pemerintah Kota Kendari turun tangan untuk mengevaluasi persoalan yang terjadi di TK Negeri 6 Kendari.

Mereka berharap pemerintah kota dapat menindaklanjuti setiap keluhan, termasuk meminta klarifikasi dari pihak sekolah, agar persoalan tersebut menjadi terang.

Masyarakat juga menegaskan tuntutannya agar Wali Kota Kendari mengevaluasi dan mencopot Suraini dari jabatan Kepala TK Negeri 6 Kendari.

 

Penulis: Erik