Sultrapedia.com – Seluruh camat dan lurah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini memicu bencana seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Kendari.
Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran rapat koordinasi yang di gelar siang ini, Minggu, (29/06/2025).
Wali Kota Siska Karina Imran menekankan bahwa peran aktif jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan sangat krusial dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah masing-masing.
“Camat dan lurah harus aktif melakukan pemantauan wilayah secara berkala dan segera mengambil tindakan jika ditemukan potensi bencana. Pemerintah harus hadir cepat dan tanggap di tengah masyarakat,” tegas Wali Kota.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk turut waspada dan berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana.
“Jika masyarakat melihat adanya tanda-tanda bahaya atau kejadian bencana, segera laporkan ke aparat wilayah setempat atau hubungi Call Center 112 untuk respons cepat,” ujar Wali Kota Kendari
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Hj. Siska Karina Imran dalam menciptakan kota yang tangguh bencana serta menjaga keselamatan dan kenyamanan warganya.
Instruksi Wali Kota mencakup tiga poin penting:
1. Melakukan pemantauan berkala terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing, terutama di daerah rawan.
2. Menggerakkan seluruh personel yang ada di kelurahan dan kecamatan untuk penanganan awal, sambil menunggu bantuan dari OPD teknis.
3. Melaporkan setiap kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi melalui grup komunikasi resmi, serta mengimbau masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat melalui Call Center 112.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang menjelaskan, kejadian bencana tersebar di 16 kelurahan yang berada di 7 kecamatan, meliputi Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia, Poasia, dan Abeli.
“Kami langsung melakukan peninjauan, koordinasi dengan camat, lurah dan instansi teknis, serta penanganan darurat di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan kondisi,” jelas Cornelius.
“Dampak Bencana data BPBD mencatat, 5 rumah terdampak banjir 12 rumah rusak akibat tanah longsor, 3 rumah terdampak pohon tumbang 1 tanggul penahan tebing kali dan 1 jembatan mengalami kerusakan,” lanjutnya
Satu warga atas nama Muh. Rifky (16 tahun) di Kelurahan Alolama mengalami luka serius akibat tertimbun longsor. Sementara itu, 1 KK di Kelurahan Punggaloba harus diungsikan karena rumahnya tergenang air. (Adv)






