Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Puupi Jadi Tersangka

Sultrapedia.com – Seorang Kepala Desa Kepala Desa (Kades) Puupi, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konsel berinisial EM (32) jadi tersangka atas dugaan korupisi Dana Desa (DD).

Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Nyoman Gede Arya mengatakan EM ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2021-2022.

Kasus ini berawal terungkap setelah tersangka EM melakukan pencairan Dana Desa anggaran 2021-2022. Setelah cair, dia gunakan dana tersebut untuk beberapa item kegiatan tanpa melibatkan perangkat Desa.

“Pada anggaran 2021 dana yang cair digunakan untuk penyertaan modal BUMDes sebesar Rp40.142.000 namun ternyata laporannya fiktif. Kemudian, penggunaan dana untuk pengadaan bantuan bahan pembuatan perahu viber terjadi kekurangan volume bahan dengan nilai anggaran sebesar Rp. 118.698.000,” kata Nyoman kepada metrokendari.com, Jumat (20/12/2024).

BACA JUGA :  Eks Kadinkes Muna Jadi Tersangka Korupsi Dana BOK dan JKN

Nyoman menambahkan, pencairan anggaran tahun 2022 Kembali digunakan oleh tersangka EM untuk beberapa kegiatan lainnya yang juga terindikasi fiktif. Item kegiatan tersebut mulai dari bidang kelautan Perikanan, ketahanan pangan dan hewani.

Kegiatan pada Sub Bidang Kelautan dan Perikanan Fiktif. Pengadaan bubu rajungan Tahap I sebesar Rp. 23.010.000 dan Tahap II sebesar Rp. 41.990.000, Pengadaan pukat dengan anggaran sebesar Rp. 30.000.000. Pengadaan bahan pembuatan perahu viber dengan anggaran sebesar Rp. 89.500.000

Kegiatan pada Sub Bidang Ketahanan Pangan dan Hewani Fiktif. Pengolahan lahan pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 30.000.000. Pengadaan bibit jagung dengan anggaran sebesar Rp. 10.000.000.Pengadaan baring / jaring pagar dengan anggaran sebesar Rp. 2.600.000. Pengadan racun hama dengan anggaran sebesar Rp. 500.000

BACA JUGA :  Selain Dugaan TPPO, Agung Jadi Korban Eksploitasi Oleh Pesantren Darur Raihanun Nahdatul Wathan

“Akibat perbuatan melawan hukum serta penyimpangan tersebut sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 386.440.620,- (tiga ratus delapan puluh enam juta empat ratus empat puluh ribu enam ratus dua puluh rupiah),” jelas Nyoman.

Lebih lanjut Nyoman menerangkan, pasca ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi Dana Desa, EM kemudian melakukan pelengkapan berkas dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel.

“Untuk perkara kasus korupsi tersangka EM ini sudah kita limpahkan atau tahap II ke Kejari Konsel. Selanjutnya, akan dilakukan proses peradilan terhadap tersangka,” pungkasnya.

Penulis: Andi AdhanEditor: Erik