HUKUM  

Diduga Mengidap Ganguan Jiwa, Seorang Pria di Buton Tengah Tewas Gantung Diri

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Sultrapedia.com – Seorang pria berinisial RB (27) ditemukan tewas dengan gantung diri di rumahnya di Desa Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Kamis (12/9/2024) siang. Berdasarkan informasi yang digali polisi, korban diduga mengidap ganguan jiwa.

Kapolres Buteng, AKBP Wahyu Adi Waluyo menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh adik tirinya berinisial NJ (11) saat pulang sekolah. Kemudian NJ memberitahukan bibinya JH (33) yang langsung melaporkannya ke Polsek Lakudo.

Menerima Laporan tersebut Tim Inafis Satreskrim Polres Buteng dan personil Polsek Lakudo bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

BACA JUGA :  Marak di Kota Kendari, Tukang Parkir Liar Bisa Dipenjara 9 Tahun!

“Bibi korban yang panik kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Waara Aiptu Suharman dan melaporkan kejadian tersebut,” kata Kapolres dalam keterangan resminya.

Setelah dilakukan oleh TKP, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban mengidap gangguan kejiwaan dan baru datang dari Kota Ternate sekitar dua minggu lalu.

Bahkan, lanjut Kapolres, korban sempat mengamuk di dalam rumah dan mencari senjata tajam berupa parang dan pisau, namun pihak kelurga terlebih dahulu menyembunyikan barang-barang tersebut

BACA JUGA :  Andre Darmawan Apresiasi Mejelis Hakim PN Andoolo Usai Vonis Bebas Guru Supriyani

“Korban sempat di bawa di Kecamatan Lasalimu untuk berobat selama satu minggu,” ungkap Kapolres

Kapolres menyampaikan bahwa pihak kepolisian setempat telah menyarankan pada pihak keluarga untuk dilakukan otopsi, agar mengetahui penyebab kematian korban.

“Namun keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan meminta agar korban dapat kebumikan oleh keluarga secara layak,” ujarnya

Penulis: Yusrif Editor: Erik