Sultrapedia.com, – Sebanyak 61 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan siswa tersebut harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Angata pada Rabu (14/10/2026), setelah mengalami sejumlah gejala, seperti sakit perut dan mual.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala tersebut mulai dirasakan para siswa beberapa saat setelah menyantap menu MBG pada Selasa (13/10/2026) sore hingga malam. Kondisi mereka kemudian dilaporkan memburuk pada Rabu pagi.
Bahkan, dalam sebuah video yang beredar, terlihat sejumlah siswa mengalami kesakitan hingga pingsan. Beberapa di antaranya juga tampak menangis histeris saat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami kondisi tersebut.
“Iya benar,” ujar Liy saat dikonfirmasi awak media, Rabu (14/10/2026).
Menurut Liy, berdasarkan informasi yang diterimanya dari para siswa, keluhan mulai muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG sehari sebelumnya.
“Informasinya, setelah menyantap MBG kemarin para siswa mulai merasakan sakit perut dan mual, puncaknya hari ini,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, dugaan keracunan tersebut tidak hanya dialami siswa SMA, tetapi juga sejumlah pelajar SD di wilayah Kecamatan Angata.
Banyaknya siswa yang membutuhkan penanganan medis membuat kapasitas Puskesmas Angata dipenuhi pasien.
“Bukan hanya anak SMA, anak SD juga banyak yang masuk. Sekarang sudah full ini Puskesmas,” jelasnya.
61 Siswa Mendapatkan Penanganan Medis
Kapolres Konawe Selatan, AKBP Daeng Riandika Mahardani, membenarkan adanya puluhan siswa yang mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan tersebut.
Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara, terdapat 27 siswa SD dan 36 siswa SMA yang menjalani perawatan di Puskesmas Angata.
“Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas,” ujar AKBP Daeng Riandika.
Kapolres menjelaskan, makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Konawe Selatan.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk menelusuri menu makanan yang dibagikan kepada para siswa sehari sebelumnya.
“Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut belum diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.






