Sultrapedia.com – Pelaksanaan event internasional UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan tidak diperbolehkan masuk ke area kegiatan, sementara di dalam lokasi terlihat para pejabat daerah justru menikmati hiburan dan berjoget bersama.
Kekecewaan warga muncul karena agenda internasional yang digadang-gadang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kendari itu dinilai justru membatasi akses publik. Beberapa warga mengaku hanya bisa menyaksikan dari luar karena tak diperbolehkan masuk.
“Ini pesat rakyat, tapi warga tidak boleh masuk bagaimana ini?, wali kota tidak bagus, undang artis baru masyarakat tidak boleh masuk, pejabat-pejabat disana pesta, sementara kita tidak boleh masuk. Wali Kota tidak bagus,” teriak warga.
Namun di sisi lain, beredar video dan foto yang memperlihatkan sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, hingga pejabat lainnya seperti Camat Kadia, bersama tamu undangan tampak menikmati suasana acara dengan berjoget di dalam venue.
Situasi tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat dan pengguna media sosial. Banyak yang mempertanyakan konsep kegiatan yang disebut sebagai pesta rakyat dan momentum memperkenalkan Kendari di tingkat internasional, namun warga justru merasa tidak dilibatkan secara langsung.
Event UCLG ASPAC 2026 sendiri merupakan forum internasional yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik dan dipusatkan di Kota Kendari.
Pemerintah Kota Kendari sebelumnya menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum besar untuk memperkenalkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebelumnya, Pemkot Kendari juga menyatakan telah melakukan berbagai persiapan besar-besaran demi menyukseskan agenda internasional tersebut, termasuk penataan lokasi dan pengamanan ketat di area venue kegiatan.





