Tuntut Perbaikan Jalan Rusak, Puluhan Warga di Konsel Blokade Jalan Provinsi

Sultrapedia.com – Puluhan Warga di desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memblokade jalan, pada Kamis (4/7/2024).

Warga yang blokade jalan itu karena sudah bosan dan lelah menunggu perbaikan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masyarakat tersebut akhirnya meluapkan aksi protes dengan melakukan blokade ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Andoolo-Tinanggea tepatnya di Desa Lalonggasu. Jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak kunjung dilakukan perbaikan dan pengaspalan.

Bahkan, warga memblokade jalan tersebut menggunakan batu, kayu, serta kendaraan roda dua di tengah jalan sebagai bentuk protes dan kekecewaannya.

Menanggapi hal itu, Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga mengaku, telah mendengar laporan masyarakat terkait aksi untuk melakukan blokade atau menutup jalan yang menghubungkan Andoolo -Tinanggea di Lalonggasu tersebut.

BACA JUGA :  Warga Resah Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Bonggoeya, Ada Campur Tangan APH

Kata dia, bahwa menutup jalan yang dialakukan warga itu menjadi kewenangan Pemprov Sultra. Pemda Konsel tidak bisa berbuat banyak atau melarang masyarakat dalam memblokade jalan tersebut.

“Kami tidak bisa melarang akan aksi tutup jalan yang dilakukan oleh warga. Itu juga mungkin karena sudah bosan dan lelah menunggu perbaikan dan pengaspalan jalan yang telah lama di janjikan,” ujar Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Kamis (4/7/2024).

Menurut orang nomor satu di Konsel itu, terkait kerusakan jalan di Konawe Selatan yang menjadi kewenangan Pemprov Sultra sudah sejak lama diminta oleh pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, untuk kemudian diambil alih menjadi jalan kabupaten untuk dilakukan perbaikan.

BACA JUGA :  Satu Unit Rumah di Ranomeeto Konsel Ludes Terbakar, Satu orang Warga Alami Luka Bakar

“Kalau terkait kerusakan jalan Provinsi yang rusak dan butuh perbaikan, bukan saja masyarakat yang pedoko. Saya saja ini mau ke Alangga saja pedoko akibat jalan yag rusaknya berat sekali,” katanya.

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe Selatan, tuntutan masyarakat khususnya masyarakat Lalonggasu yang menutup akses jalan Provinsi di Lalonggasu itu sudah sering dilakukan, bahkan warga sudah pernah ke DPRD Sultra untuk menyampaikan aspirasi. Tapi hingga kini, jalan tersebut belum juga di aspal.

“Saya juga berharap, agar masyarakat tidak anarkis dan melakukan aktivitas yang merugikan masyarakat setempat,” tutupnya