Video Duel Pelajar di Konawe Viral, Polisi Turun ke Sekolah Cegah Tawuran

Sultrapedia.com – Video perkelahian antar pelajar yang beredar di media sosial memicu perhatian aparat kepolisian. Untuk mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi aksi tawuran susulan, Polsek Pondidaha turun langsung ke lingkungan sekolah.

Kapolsek Pondidaha, Iptu Amar Asran, S.H., mendatangi Yayasan Perguruan Islam Al Munawarah, Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.

Kedatangan polisi tersebut dirangkaikan dengan apel serta penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada siswa dari tiga satuan pendidikan, yakni MA Al Munawwarah, SMK Al Munawwarah dan MTs Al Munawwarah.

Dalam arahannya, Amar menyampaikan keprihatinan atas perkelahian antar pelajar yang terjadi pada Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut kemudian direkam hingga videonya tersebar luas di media sosial.

Amar meminta para siswa tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyimpan, mengunggah maupun menyebarluaskan kembali rekaman perkelahian tersebut.

“Jangan jadikan video perkelahian sebagai bahan untuk saling mengejek atau memprovokasi. Hapus dan jangan sebarkan kembali. Percayakan penanganannya kepada kepolisian,” tegas Amar.

BACA JUGA :  Memilukan, Anak di Konsel Temukan Ayah Tewas Usai Bunuh Diri

Ia menjelaskan, kasus tersebut telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Konawe. Karena itu, para pelajar diminta tidak mengambil tindakan sendiri maupun melakukan aksi balasan.

Termasuk, kata Amar, mengajak teman untuk melakukan tawuran atau memicu bentrokan antarpelajar.

Menurutnya, persoalan yang awalnya hanya terjadi sesaat dapat menimbulkan dampak panjang apabila tidak segera dihentikan.

“Fokus belajar. Jangan sampai persoalan sesaat merusak masa depan kalian. Hindari bullying, saling menghormati dan selesaikan setiap masalah dengan cara yang baik,” pesannya.

Selain memberikan pembinaan kepada siswa, kepolisian juga mendorong pihak sekolah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan sebelum maupun setelah kegiatan belajar mengajar.

Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua juga dinilai penting untuk memastikan aktivitas siswa di luar lingkungan sekolah tetap terpantau.

BACA JUGA :  Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu Mertua Diserahkan ke Kejari Kendari

Sekolah juga didorong memberikan edukasi secara rutin mengenai kenakalan remaja serta menyediakan ruang konseling bagi siswa yang menghadapi persoalan.

Penanganan terhadap pelanggaran di lingkungan sekolah diharapkan tetap dilakukan secara tegas, namun mengedepankan pembinaan dan pendidikan.

Usai apel, Kapolsek Pondidaha bersama pihak sekolah dan keluarga korban kemudian melakukan pertemuan untuk mengumpulkan data serta identitas siswa yang mengetahui maupun menyaksikan perkelahian tersebut.

Data yang diperoleh selanjutnya akan diserahkan kepada Polres Konawe untuk mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan Unit PPA Satreskrim.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu kepolisian mengurai peristiwa secara lebih jelas sekaligus mengantisipasi munculnya aksi susulan di kalangan pelajar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawarah sekaligus Kepala SMK Labisimi, S.Pd., M.Pd., Kepala MTs Asmin, S.Ag., M.Pd., Kepala MA Al Munawwarah Pondidaha Arlip, S.Pd., Bhabinkamtibmas Aipda Yusif serta para siswa dan siswi Yayasan Perguruan Islam Al Munawarah.