Sultrapedia.com – Warga Desa Tetesingi, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Selain langka, harga tabung gas melon di tingkat pengecer juga disebut melonjak hingga jauh di atas harga normal.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari kios ke kios untuk mencari LPG 3 Kg, namun stok sering kosong. Kalaupun tersedia, harga jualnya mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung.
“Susah sekali kita didapat sekarang. Kalau ada tog, itupun harganya pasti mahal sekali, padahal ini gas subsidi untuk masyarakat kecil,” ujar Leni seorang ibu rumah tangga di Desa Tetesingi, Jumat (22/5/2026).
Dengan kondisi kelangkaan tersebut membuat masyarakat setempat kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Bahkan beberapa warga terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai alternatif sementara akibat sulitnya memperoleh gas bersubsidi.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan pengawasan distribusi agar LPG subsidi dapat kembali mudah diperoleh dengan harga sesuai HET.
“Pemerintah harus cek kenapa bisa langka terus. Karena kasian juga kita-kita ini,” keluhnya
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Sulawesi. Warga mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg yang memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya menyatakan telah menambah pasokan LPG 3 Kg di wilayah Sulawesi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Tambahan pasokan untuk Sulawesi Tenggara disebut mencapai 43.120 tabung.





