Seorang Polisi Meninggal Dunia Tak Wajar Saat Mengikuti Orentasi di Satbrimob Polda Sultra

Sultrapedia.com – Seorang Bintara bernama Bripda Ilham Ramadhani, dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti orientasi di Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda, pada Sultra Jumat (2/2/2024) lalu.

Kematian Bripda Ilham Ramadhani disebut tidak wajar oleh keluarga korban ada dugaan kekerasan saat mengikuti orientasi. Pasalnya di mulut dan hidung jenazah korban mengeluarkan darah segar.

Meski pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kendari memvonis Bripda Adiwidya Ilham Ramadhan menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu disampaiakan oleh orang tua korban, Farhan, bahwa sebelumnya dirinya mendapatkn informasi anaknya telah meninggal dunia di rumah sakit Aliyah 3 kota Kendari, pada Jumat Jumat (2/2/2024).

BACA JUGA :  Deklarasi Kampanye Damai di Konawe Diwarnai Kericuhan, Gegara Paslon Harmin-Dessy Tak Hadir

“Saya dapat telpon kalau anakku sudah meninggal dunia di rumah sakit Aliyah 3”, ucapnya melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, setelah itu dia mendatangi korban, dan mendapatkan informasi dari dokter yang memeriksa Ilham Ramadhani didiagnosis mengalami DBD.

Sebelumnya juga, korban mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. Tetapi korban dikeluarkan dari rumah sakit dalam keadaan belum sembuh total namun dialihkan ke Klinik kesehatan Brimob Polda Sultra yang notabene fasilitasnya belum memadai.

Namun, saat berada di klinik Satbrimob Polda Sultra, Ilham Ramadhani kembali dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan, dan akrinya dinayatakan meninggal dunia rumah sakit Aliyah 3.

BACA JUGA :  Jumat Curhat, Polda Sultra Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Kendari 

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa saat meminta catatan medis anaknya, pihak rumah sakit tidak memberikan.

Sementara itu, salah satu kerabat korban berinisial JA mengatakan, bahwa kematian almarhum Ilham Ramadhani ada kejanggalan, diduga ada kekerasan saat mengikuti orientas.

“Kalau keterangan dokter yang memeriksa katanya DBD, tapi kemungkinan ada dugaan kekerasan saat mengikuti orientasi”, jelasnya.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombespol Iis Kristian saat dikonfirmasi awak media ini mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

“Saya konfirmasi dulu yah”, singkatnya kepada awak media ini pada Senin (26/2/2024) malam.