Sultrapedia.com – Pasca Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari tumpukan sampah terjadi di dalam Eks MTQ, pada Senin (13/10/2025).
Padahal sebelumnya, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi dalam kegiatan STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari.
Dilansir dari laman Kemenag.go.id Mereka dibentuk melalui Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Sultra.
Satgas Ekoteologi beranggotakan 16 orang. Mereka bertugas di enam lokasi lomba selama pelaksanaan STQH berlangsung, yaitu Tugu Persatuan Sultra, Aula Kampus IAIN Kendari, Aula Inspektorat Sultra, Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra, Aula Dinas Pendidikan Provinsi, serta Aula Kanwil Kemenag Sultra dan Aula Asrama Haji Kendari.
Setiap anggota Satgas bertugas memastikan pelaksanaan STQH berjalan efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Pengukuhan Satgas ditandai dengan penyerahan seragam oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada perwakilan Satgas.
Penyerahan tersebut dilakukan di sela acara Temu Tokoh Lintas Agama se-Sultra di Asrama Haji Kota Kendari, Sabtu (11/10/2025).
Langkah ini menjadi bentuk implementasi nilai-nilai ekoteologi yang diusung dalam tema STQH, “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh, menjelaskan bahwa salah satu tugas utama Satgas Ekoteologi adalah menjaga kebersihan dan mensterilkan seluruh area kegiatan.
“Sejak hari ini mereka sudah mulai bekerja. Mereka akan aktif memungut sampah di setiap venue, serta sigap memastikan lokasi lomba tetap bersih, nyaman, dan bebas dari limbah plastik,” ungkapnya dalam laman itu.
Akan tetapi apa yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Sultra hanya sebatas retorika dan tidak sesuai fakta dilapangan
Dari pantauan Tim Sultrapedia.com di lokasi tidak menemukan adanya petugas yang melakukan kegiatan pembersihan sehingga sampah tersebut berserakan dimana-mana.
Salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya mengaku, bahwa pelaksanaan Kegiatan tersebut sangat tidak sesuai apa yang diharapkan.
“Penyelenggaraan STQ/MTQ nasional kali ini paling kacau selama ini, ga ada petugas pengangkut sampah di lokasi pameran jorok sekali lokasi pamerannya,” ungkap dia kepada media






