OPINI,Sultrapedia.com – Hari raya selalu punya cara sendiri untuk membangkitkan kenangan. Aroma ketupat, gema takbir, hingga jalan kampung yang mulai ramai, sering kali membawa ingatan kembali pada masa kecil.
Pada momen seperti inilah, banyak orang tiba-tiba teringat teman-teman lama yang dulu hampir setiap hari bermain bersama.
Dulu, hari raya bukan hanya tentang pakaian baru atau uang THR. Lebaran adalah momen berkumpul bersama teman masa kecil. Seusai salat Id, anak-anak berlarian dari rumah ke rumah, saling pamer petasan, bermain hingga sore, bahkan lupa waktu karena terlalu asyik menikmati liburan panjang. Suasana kampung terasa hidup dengan suara tawa yang sederhana namun penuh kebahagiaan.
Kini, waktu perlahan mengubah semuanya. Sebagian teman masa kecil telah merantau, sibuk dengan pekerjaan, keluarga, atau bahkan kehilangan kabar satu sama lain.
Ada yang hanya bisa saling melihat lewat media sosial, ada pula yang bertahun-tahun tak pernah bertemu lagi. Namun anehnya, ketika hari raya tiba, nama-nama lama itu kembali muncul dalam ingatan.
Persahabatan masa kecil memang memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang. Kenangan masa kecil bersama teman-teman sering dianggap sebagai bagian paling indah dalam hidup karena penuh kesederhanaan dan kebersamaan.
Hari raya akhirnya bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga ruang nostalgia. Banyak orang diam-diam merindukan suasana lama: bermain di halaman rumah, takbiran keliling bersama, hingga berkumpul tanpa memikirkan perbedaan status atau kesibukan hidup. Kenangan seperti itu kini terasa semakin mahal.
Di tengah perkembangan zaman dan kesibukan digital, momen hari raya seharusnya menjadi kesempatan untuk kembali menyambung silaturahmi, termasuk dengan teman-teman masa kecil. Sebab pada akhirnya, yang paling dirindukan dari masa lalu bukan hanya tempatnya, tetapi orang-orang yang pernah tumbuh bersama di dalamnya.
Penulis : Dika






